Pablik Transportesyen

TIIINN! TIIINN!

            Bayangkan jika kamu hidup di suatu kota yang bisa bikin kamu gila. Beruntung bagi saya karena saya jadi tidak perlu membayangkan hal itu. Cukup dengan pergi keluar rumah menuju jalan raya dan saya segera dibikin gila sama kemacetan Kota Bandung. 

            Angkat tangan kanan jika kamu suka bubur kacang! Sekarang angkat tangan kiri kalau kamu tidak suka kemacetan. Persis. Sama seperti kamu, saya juga mengangkat tangan kiri saya. Bahkan kalau saya punya sepuluh tangan kiri, saya akan angkat sebelas. Jangan salah paham! Bubur kacang memang menyenangkan, tapi saya lebih baik hidup tanpa bubur kacang di kota yang tidak menyediakan macet. 

Alasan Orang Malas Naik Transportasi Umum

    1. Tidak Andal

Ada baiknya kita mengamini bahwa transportasi umum di Kota Bandung masih jauh dari kata andal. Jadwal tiba dan keberangkatan acap kali jadi hal yang bikin kesal. Sangat tidak cocok jika kamu ingin tiba di tujuan tepat waktu. Ditambah dengan rute yang tidak tersosialisasikan dengan baik.

Akan menyenangkan jika ada sosialisasi menyeluruh terkait jadwal dan rute transportasi umum kepada masyarakat.

    2. Kenyamanan 

Jujur, hal ini memang lebih sering dikeluhkan oleh pengguna layanan transportasi mikro yang tidak dikelola oleh pemerintah seperti angkot. Bahkan tidak jarang kita temui bahwa angkot yang sembarangan ini justru malah menjadi penyakit penyebab kemacetan itu sendiri.

Solusi yang masuk akal adalah mengakuisisi armada mikro menjadi milik pemerintah atau mengadakan standardisasi secara rutin untuk menjaga kualitas armada sekaligus pengemudi. Juga memberlakukan konsekuensi bagi pengemudi yang melanggar aturan dan kesepakatan.

    3. Integrasi

Tata kota yang acak-acakan dan tidak mungkin terjangkau sepenuhnya oleh armada besar menjadikan transportasi mikro sebagai opsi paling pas. Sayang, sampai saat ini transit antar armada masih sering membuat pengguna bingung dan tidak nyaman karena tidak terintegrasi.

Akan baik jika penumpang bisa menggunakan halte yang nyaman untuk transit dari satu armada ke armada lain.

***

"Bikin bagus dulu transportasinya baru kita naik."

Kalimat yang terdengar masuk akal. Sangat lumrah jika seseorang mengungkapkan hal itu. Namun, saya berpikir bahwa ada kemungkinan lain. Ada potensi jika penumpang transportasi umum semakin masif, pemerintah akan menaruh perhatian lebih kepada transportasi umum.

Kenapa pemerintah tidak inisiatif berfokus pada transportasi umum? Menurut hemat saya, transportasi umum merupakan proyek yang memerlukan biaya besar. Di sisi lain, proyek ini juga bukan merupakan sesuatu yang memberi keuntungan pada pendapatan daerah. 

Saya akan terus berharap bahwa ada itikad baik dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan transportasi umum. Saya akan sangat menyenangi pemimpin yang kelak menjadikan transportasi umum sebagai prioritas dalam kampanye politiknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dia Ngengat yang Menggemaskan