Dear, Diare

         Sama seperti kemarin, hari ini saya lelah karena ospek FIKOM. Saya masih tidak suka dengan kegiatan duduk-duduk yang sangat lama. Punggung saya seperti mau copot. Kalau punggung saya bisa bicara, dia akan bilang, “Bang! Udah, Bang! Bawa aku pulang!” Lalu saya akan kaget dan bilang, “Kamu kan punggung. Kenapa bisa bicara?”.

        Namun, saya dapat mengonfirmasi bahwa hari ini memang tidak seburuk kemarin. Semua terasa lebih rapi dan sistematis. Ditambah lagi, saya sudah lebih kenal dengan rekan-rekan kelompok saya. Mereka saya kategorikan sebagai orang yang menyenangkan. Saya dibikin nyaman dengan antusiasme yang mereka bawa dari rumah. Saya harap mereka jadi presiden. Semuanya jadi presiden. Kenapa? Supaya saya bisa bilang kalau presiden itu teman kuliah saya.

        Kemudian saya pulang dan mengerjakan tugas. Saya merasa bersalah karena saya baru akan tidur larut malam. Buat saya, ini terlalu malam. Besok saya harus tidur siang.

Bandung, 3 September 2023

 

 

        Saya hampir lupa bahwa hari ini adalah hari Senin. Senin adalah sinonim dari macet. Macet di Bandung pagi hari ini sedang tidak bisa diterima oleh akal sehat. Saya tidak tahu pasti kepada siapa saya harus marah kalau macet. Saya mau marah, tapi saya juga bawa motor. Saya juga bikin macet. Saya jadi hampir telat ke kampus gara-gara si macet ini.

        Sepulang perkuliahan yang asyik, saya tidak langsung pulang. Saya melipir ke swalayan untuk membeli keperluan ospek FIKOM sabtu mendatang. Saya pulang dengan sepotong kaus berwarna hijau tua. Berbelanja menggunakan uang milik pribadi, mengantarkan saya untuk menyadari betapa banyak pertimbangan yang saya lakukan. Berapa harganya? Apakah jika saya beli yang ini, saya akan pakai lagi? Tapi yang itu lebih bagus, kan? Saya pusing karena harus ambil keputusan yang paling bijak sedunia.

        Namun, ada penyesalan yang teramat besar. Saya merasa buang buang waktu. Seharusnya saya tahu bahwa waktu yang saya punya bisa saya pergunakan untuk hal yang lebih berguna. Alih-alih, saya tidur siang terlalu lama. Kemudian habis tidur siang, saya malah main PlayStation. Bodoh kamu, Zaidan! Jangan diulangi!

Bandung, 4 September 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dia Ngengat yang Menggemaskan