Kucing Sedih dalam Kardus
Kucing Sedih dalam Kardus
Tadi siang kucing bergembira bermain di atas pelangi. Dia main petak umpet bersama ayam, kambing, dan monyet. Terdengar gelak tawa mereka tanda mereka berbahagia. Mereka bermain dengan asyik sampai-sampai mereka semua lupa waktu. Gawat! Mereka semua lupa membuat PR matematika dari Bu Jerapah. Satu per satu dari mereka pulang ke rumah masing-masing. Kecuali kucing. Dia mau diam dulu di atas pelangi untuk menikmati matahari tenggelam sambil mensyukuri nikmatullah. MasyaAllah. Alhamdulillah.
Kucing nampak kehausan. Kucing butuh minum. Dia berseluncur dari atas pelangi dengan riang. Dia turun menuju ekor pelangi yang tepatnya berada disamping kolam susu. Dia melepas dahaga sambil mensyukuri nikmatullah. MasyaAllah. Alhamdulillah.
Kucing kecil yang lucu pulang ke kardusnya dengan hati senang. Kaki-kaki mungilnya melangkah dan berlenggok dengan elok. Tak terasa, hari mulai gelap, udara mulai dingin. Kucing harus bergesas agar cepat sampai kardusnya sebelum pukul delapan supaya ibu kucing tidak khawatir.
Alhamdulillah, kucing bisa sampai dengan selamat. Kemudian kucing mencuci kaki dengan segera. Habis itu, dia makan malam dengan sayur bayam favoritnya. Perut sudah terisi, rasa kantuk mulai menghampiri. Mata kucing mulai terasa berat. Dia beranjak menuju kamarnya.
Sebelum pergi tidur, kucing buka whatsapp. Hancur hati kucing. Kata Bapak Iguana, sebentar lagi ujian tengah semester. Kucing nangis sejadi-jadinya. Dia tidak mau sekolah. Dia mau jadi pelukis atau penyair. pokoknya apa saja, deh, asal jangan ada berhitungnya. Kucing pusinggg. Kucing capek dibandingin terus sama lumba-lumba.
semkian. ma'aci
Mantap bang, kapan face reveal dan giveawaynya?
BalasHapus